Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SMA Plus Ahlussunnah Wal Jamaah NW Beriri Jarak Matangkan Persiapan Akreditasi 2026

 

SMA Plus Ahlussunnah Wal Jamaah NW Beriri Jarak menggelar kegiatan pembinaan dan penguatan pemahaman Instrumen Akreditasi Dikdasmen Tahun 2026 yang berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak Toto Raharjo, S.Pd., M.Pd, yang memberikan pembekalan komprehensif kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam rangka persiapan akreditasi sekolah.
Dalam sesi pembinaan tersebut, Bapak Toto Raharjo membahas secara mendalam isi dokumen Instrumen Akreditasi SD, SMP, SMA/SMK Tahun 2026 khususnya pada aspek kinerja pendidik dalam mengelola proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Beliau menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar administrasi, tetapi cerminan mutu pembelajaran yang nyata di kelas.
Pada Komponen 1, dijelaskan bahwa kinerja guru menjadi fokus utama, terutama dalam memberikan dukungan sosial emosional kepada peserta didik, membangun interaksi yang setara dan saling menghargai, menumbuhkan pola pikir bertumbuh (growth mindset), serta memberikan perhatian kepada siswa yang membutuhkan dukungan lebih. Guru didorong untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar siswa merasa dihargai, didengar, dan termotivasi untuk berkembang.
Selanjutnya, pada aspek pengelolaan kelas, Bapak Toto menguraikan pentingnya kesepakatan kelas yang disusun secara partisipatif, penegakan disiplin dengan pendekatan positif tanpa kekerasan, serta pengelolaan waktu belajar agar tetap fokus dan efektif. Menurut beliau, budaya kelas yang dialogis dan humanis menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi.
Tidak kalah penting, beliau juga menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang memadai, penerapan asesmen formatif dan sumatif yang bermakna, serta penyusunan laporan hasil belajar yang informatif dan mendorong tindak lanjut perbaikan. Akreditasi, tegasnya, akan melihat sejauh mana pembelajaran benar-benar dirancang untuk membangun nalar, karakter, serta keterampilan aplikatif peserta didik.

Kegiatan pembinaan ini berlangsung interaktif. Para guru terlihat aktif berdiskusi, mencermati dokumen, serta mengkaji strategi implementasi instrumen akreditasi dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan seluruh pendidik SMA Plus ASWAJA NW Beriri Jarak semakin siap menghadapi proses akreditasi dengan penuh optimisme dan profesionalitas.
Kepala SMA Plus Ahlussunnah Wal Jamaah NW Beriri Jarak, Bapak Muhammad Zaki, M.Ag., dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Toto Raharjo, S.Pd., M.Pd atas pembinaan yang sangat konstruktif dan membuka wawasan seluruh pendidik. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan meraih hasil akreditasi terbaik. “Kami sangat bersyukur atas bimbingan yang diberikan. Semoga ilmu dan arahan ini menjadi langkah nyata menuju sekolah yang unggul dalam akademik dan akhlak,” ungkap beliau dengan penuh harap.
Di akhir penyampaiannya, Bapak Toto Raharjo memberikan pesan inspiratif yang menjadi refleksi bersama, bahwa kualitas pendidikan berawal dari kualitas guru itu sendiri. Beliau menegaskan, “Pada siswa yang kreatif ada guru yang kreatif.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan akreditasi sejatinya berakar pada semangat inovasi, dedikasi, dan kreativitas para pendidik dalam membimbing generasi masa depan.



Posting Komentar untuk "SMA Plus Ahlussunnah Wal Jamaah NW Beriri Jarak Matangkan Persiapan Akreditasi 2026"